| |

Pengalaman Pertama Yang Berharga Untuk Olimpiade Geografi OLGENAS

Sekolah baru, lingkungan baru. Memasuki masa SMA, terutama saat pandemi bukanlah hal yang mudah. Awalnya, saya pesimis bisa mendapatkan teman. Namun bermula dari dibukanya pendaftaran olimpiade geografi OLGENAS yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada, saya berinisiatif untuk mengajak Rafanditha Gratia (X IPS 2) untuk menjadi rekan saya. Saya berasal dari IPA dan Rafa berasal dari IPS. Sebelumnya, kami belum pernah mengenal satu sama lain. Siapa sangka, rencana Tuhan membuat kami menjadi teman dekat dan teman seperjuangan dalam memulai perjalanan olimpiade geografi ini.

image 1

Olimpiade geografi ini mengangkat tema besar Sustainable City For the Future, yang artinya adalah bagaimana perencanaan sebuah kota bisa berjangka panjang serta mewujudkan agenda Sustainable Development Goals yang dikeluarkan oleh PBB untuk tahun 2030 mendatang. Adapun rangkaian acara lomba dilaksanakan pada tanggal 27-29 Januari 2021.

Pada tanggal 27 Januari 2021, ada tiga babak yang harus kami kerjakan. Written test, yaitu soal pilihan ganda dan isian singkat tentang teori geografi. Yang kedua adalah Multimedia, dimana kami disuguhkan gambar, audio, dan video yang harus dijawab. Bedanya dengan Written Test, Multimedia memuat pengetahuan umum tentang budaya dan bahasa yang ada di dunia. Sejauh ini Written Test dan Multimedia berjalan dengan lancar. Namun saat babak ketiga, yaitu Laboratorium Test, kami merasa kesulitan dan sembari memohon tuntunan Tuhan. Ketika selesai pun, kami hanya bisa berpasrah seutuhnya kepada-Nya.

“Kegagalan” pada hari Laboratorium tersebut, tidak lantas membuat kami menyerah. Tanggal 28 Januari, kami masih harus mengerjakan Proposal Planning. Tema yang diangkat sengaja disembunyikan agar seluruh peserta dapat merumuskan solusi pada hari itu juga. Rupanya, permasalahan yang diangkat adalah turunnya angka keluar-masuk turis di Distrik Malioboro pada masa pandemi. Para peserta diharapkan dapat memunculkan ide kreatif dalam memecahkan masalah, serta menggambarkan perencanaan mereka di peta. Puji Tuhan, proposal kami berada pada urutan ke-2 terbaik, dan kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide kami di hadapan juri.

Tanggal 29 Januari, tibalah hari pengumuman pemenang. Saya dan Rafandita mencoba untuk tetap tenang. Benar saja, nama kami disebutkan dalam pengumuman pemenang dan kami pun berhasil meraih Medali Perak. Tak henti-hentinya kami mengucapkan syukur kepada Tuhan atas pengalaman berharga tersebut. Pengalaman tersebut adalah yang pertama bagi kami. Akhir kata, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan. Salam sejahtera bagi kita semua!

Penulis : Fiona Zhang (X IPA 1)

boost the values reap the success