| |

Ending My 4 Years Olympic Journey – 30th International Biology Olympiad
Szeged – Hungaria, 14 - 21 July 2019

 
aditya-David-W.jpgMedali-Emas-IBO-Szeged-Hungary-14--21-Juli-2019-Aditya-Wirawan-XII-IPA-4.jpgAditya-David-Wirawan--edalibEmas-IBO.jpgAditya-Wirawan-XII-IPA-4.jpgaditya-DW.jpg

Keikut sertaan saya (Adtya David Wirawan) di 30th International Biology Olympiad (IBO) ini seperti  jilid ke 2 yang menyatu pada 29th IBO Iran 2018 dengan hasil medali perak. Jeda sangat singkat antara kepulangan tim Indonesia dari Iran bulan Juli 2018 dan  pemanggilan Pelatnas 1 pada September 2018 membuat saya berdebar khawatir. Pembina biologi tidak otomatis memanggil veteran medalis untuk bergabung di proses seleksi pelatnas. Keikut sertaan veteran medalis ditentukan oleh hasil evaluasi performa selama IBO berlangsung. Terima kasih pada para Pembina atas keputusan memanggil saya kembali dalam seleksi IBO Hungaria  disertai dengan serangkaian peraturan agar saya tidak lengah dan berpuas diri.

Saya menyambut keputusan tersebut dengan perasaan lega sekaligus panik. Materi praktikum IBO Hungaria sangat berbeda dengan IBO Iran. Saya sadar proses seleksi tidak akan berjalan mudah. Dalam waktu singkat saya berusaha belajar materi yang sangat asing. Pertama kali dalam sejarah penyelenggaraan IBO, Bio-Informatik dan Neurobiologi yang sarat konsep perhitungan matematika akan menjadi topik ujian. Walau menyandang status veteran medalis, saya merasa jauh tertinggal dari 30 peserta pelatnas lain yang telah mempelajari Bio-Informatik dan Neurobiologi pada OSN padang 2018.

 Pelatnas 1 IBO Hungaria mengundang 32 peserta dan bertempat di Wisma Kartini Bandung pada September 2018. Perkiraan saya bahwa seleksi tahap 1 ini akan berjalan ketat dan mendebarkan ternyata benar. Hari-hari terasa sangat singkat dan padat karena jadwal belajar berlangsung mulai pk. 8.00 sampai pk 22.00. Saya mengakhiri pelatnas 1 yang menyaring 32 peserta menjadi 16 peserta dengan baik. Demikian pula seleksi tahap 2 dari 16 peserta menjadi 8 peserta. Saya bersyukur pada penyertaan Tuhan namun saya sangat sadar pemilihan 4 besar timnas akan diwarnai persaingan tajam dan keadaan atau kejadian di mana Tuhan menunjukkan kuasa dan campur tangan- Nya dalam memilih peserta yang tepat mewakili Indonesia. Pada Mei 2019, proses panjang seleksi Tim Olimpiade Biologi Indonesia 2019 berakhir lancar. Saya terpilih menjadi satu dari 4 timnas TOBI 2019.

Pada tanggal 12 Juli 2019, rombongan TOBI 2019 berangkat menuju Budapest, menggunakan pesawat Qatar Airways. Perjalanan kami lancar dan menyenangkan. Saat menginjakkan kaki pertama kali di Budapest, euphoria penyelengaraan IBO segera terasa, karena walau kami tiba 2 hari lebih cepat dari jadwal resmi acara, di airport Budapest kami bertemu dengan kontingen negara-negara lain. Masa 2 hari di Budapest kami habiskan untuk membiasakan diri dengan jetlag selisih waktu 5 jam antara Indonesia-Hungaria.

Tanggal 14 Juli 2019 yang merupakan hari pertama IBO 2019 tiba. Kami berangkat menuju kota Szeged menggunakan bis nyaman yang disiapkan Panitia. Kami terperangah kagum melihat hotel tempat peserta IBO menginap; Forras Hotel sangat menakjubkan. Kamar hotel berukuran luas dilengkapi teras yang menghadap taman dan AQUATIC SWIMMING POOLS THEME PARK berseluncuran tinggi.  Kami terkejut karena hotel ini juga memiliki arena bermain bowling dan banyak permainan menarik. Pada sore hari, kami menghadiri acara pembukaan IBO 2019 di National Theater of Zseged. Sama seperti di IBO Iran, sekali lagi saya berdoa dalam hati, semoga pada hari penutupan nanti saya akan kembali dipanggil ke panggung sebagai peraih medali dan tidak mengecewakan TOBI 2019.

Tes Praktikum diadakan pada hari ke 3. Saya tahu hasil ini akan menentukan 50% dari total scores. Ratusan doa saya panjatkan agar diberi ketenangan, ketelitian, stamina dan dijauhkan dari disastrous seconds yang dapat menggagalkan proses. Tes praktikum meliputi 4 topik masing-masing selama 90 menit yakni: Biokimia, Fisiologi Hewan dan Biologi Molekuler, Ekologi dan Sistematika Tumbuhan serta Bionformatika dan Neurobiologi. Yang sangat saya ingat di materi praktikum IBO Hungaria ini adalah kejutan munculnya soal-soal fisika dan elektrokimia. Selain itu, kami juga harus menjaga fisik, emosi dan mental karena hari praktikum diikuti dengan keterlambatan yang melelahkan. Sesuai jadwal, harusnya kegiatan tes selesai pada pk. 18.00, namun ternyata baru berakhir pada pk. 22.00. Semua peserta berusaha mengerjakan tugas kami sebaik-baiknya walau perut,mata dan otak terasa saling tidak bekerja sama. Yap sampai Pk.22.00 panitia tidak menyediakan makan malam di tempat praktikum berlangsung.

Hari ke 5 merupakan hari tes teori yang terbagi menjadi 2 sesi masing-masing selama 3 jam. Sekali lagi, kami terkejut karena panitia memasukkan banyak materi fisika dan matematika yang memerlukan proses kerja lama dengan menggunakan kalkulator standar dari panitia. Saya berusaha tenang dan mengatur ritme agar dapat bekerja efisien dan efektif. Puji Tuhan, tugas selesai dan tersisa cukup waktu untuk memeriksa serta memikirkan ulang jawaban yang benar.

Tentu saja IBO tidak hanya diwarnai oleh kegiatan tes yang banyak, panjang dan melelahkan. Kami juga diajak menikmati keindahan Hungaria. Kami mengunjungi Opusztaszer National Memorial Park, rally keliling Szeged, naik bis menuju ibukota Budapest, dan tentu saja: menikmati kolam renang menakjubkan di hotel. Ternyata walau berada di Eropa, harga barang Hungaria cukup terjangkau. Dengan bekal uang saku yang diberikan Direktorat Pendidikan Indonesia, kami tidak terlalu khawatir kehabisan uang selama IBO 2019 berlangsung.

Akhirnya perhelatan kompetisi tertinggi Biologi bagi murid SMA yang diikuti oleh 76 negara dan lebih dari 300 peserta mencapai puncak pada Closing  & Awarding Ceremoni. Hanya kehendak dan belas kasih Tuhan yang dapat membawa saya pada target medal yang saya inginkan dan diharapkan oleh para Pembina. Walau saya merasa sudah melakukan yang terbaik, saat melihat sekeliling dan menatap peserta lain, saya sadar semua telah berusaha maksimal dan dalam hati kami mengharapkan hal yang sama.

Perjalanan panjang selama 4 tahun di dunia Olimpiade berakhir indah. Saya telah memilih bidang biologi dan sejak awal saya ingin menggenggam medali tersebut. Saya menghabiskan banyak waktu untuk belajar, mempersiapkan diri dan mengorbankan berbagai hal. Bahkan ada yang mengatakan tidak mau menjadi saya yang demikian kutu buku. Semua saya lakukan agar saya pantas di hadapan Tuhan untuk menggenggam medali tersebut.

Pada saat peraih Merit Award, medali perunggu lalu medali perak selesai dibacakan, para Pembina TOBI 2019 bersorak dan memeluk saya. Saat itu saya tahu Tuhan berkenan mewujudkan harapan. Hanya tersisa para peraih medali emas yang menunggu giliran dan pelukan erat para Pembina merupakan spoiler bahwa mereka puas dan bahagia. Wajah para Pembina menghilangkan segala lelah jatuh bangun perjuangan kami bersama di Pelatnas.  Saya merasa Tuhan tersenyum pada saat nama saya dipanggil pada urutan ke 15 peraih medali emas. Tidak akan cukup pujian dan syukur pada Tuhan atas kemurahan hati-Nya dalam bentuk sekeping medali yang telah sangat lama saya perjuangkan.

TOBI 2019 meraih 1 medali emas,2 medali perak,1 perunggu dan menempatkan Indonesia di peringkat ke 9 dari seluruh tim negara peserta IBO 2019.

Tuhan telah memberkati dengan orang-orang terbaik selama perjalanan panjang kehidupan Olimpiade saya yang dimulai sejak OSN IPA SMP 2016. Ijinkan saya mengucapkan terima kasih dari hati terdalam karena merekalah berkat nyata penyertaan Tuhan yang membuat impian ini terwujud:

  1. Bpk Ida Bagus Made Artadana atas waktu berharga untuk diskusi, nasehat dan motivasi.
  2. Bpk Agus Dana Permana, Kak Ahmad Faizal, Kak Ramadhani Eka Putra, Kak Danang Kristanto, Kak Ibrahim A, yang telah menemani perjalanan TOBI 2019 ke Hungaria, menterjemahkan, memoderasi dan terutama terus mendoakan kami. Terima kasih atas kesempatan kedua dan kepercayaan pada saya.
  3. Pak Daru, Kak Titis Setyobudi, Kak Fauzi, Pak Husna, Kak Dian, Kak Jayen, Kak Biofagri, Kak Alda, Kak Meitha, Kak Realita, Kak Ucup, Kak Mari, Kak Masud, Kak Ihsan dan Kak Moh Ikhsan yang telah menjadi sumber ilmu selama kami pelatnas
  4. Bu Elisabeth Dian Pujilestari, S.Pd.,M.M., Bpk Drs. Taroma Panjaitan, Bu Vonny Wijaya,S.S, Pak Johan Sukweenadhi Sc.Ph.D dan segenap guru saya di SMAK Petra 1. Terima kasih atas semua doa, dukungan dan bimbingan.
  5. Bu Yurui S.Pd.,M.M., Bu Christin Mariyanti,S.Si., dan seluruh guru saya di SMPK Petra 1
  6. Kak Calvin Wijaya Johan, Kak Go Melisa, Kak Natasha Amanda, Kak Januar, Pak Akhmad Subkhan Terima kasih atas kesabaran membimbing saya sejak awal saya mempersiapkan seleksi OSN biologi.
  7. Timnas IBO Hungaria 2019 (Nedi, Hanif dan Ayu) dan Timnas IBO Iran 2018 (Syailendra, Silingga, Samuel). Saya bangga menjadi teman kalian.
  8. Teman-teman saya di X A 1, XI A 1 dan XII A 4 SMAK Petra 1.
  9. Last but not least, kedua orang tua dan kakak saya.

Thank you Lord Jesus, You are the only reason I have made it this far.

Aditya David Wirawan

boost the values reap the success