| |

Chemistry Is The Best

Olimpiade Kimia Unesa adalah lomba di bidang kimia tingkat Nasional yang diadakan oleh UNESA (Universitas Negeri Surabaya) yang bertajuk Enchane Your Intelligence and Show the Ability to be a Great Chemist with OLKIM Unesa 2021. Puji Tuhan, kelompok kami yang terdiri dari Kevin Lius Bong (XI IPA 2) dan Kendrick Lius bong (X IPA 2) mewakili SMA Kristen Petra 1 berhasil meraih Juara I dalam lomba ini.

Kevin Kendrick OLKIM 2021

Lomba ini terdiri dari penyisihan, semifinal, dan final. Penyisihan diadakan pada 12 September 2021, semifinal pada tanggal 26 September 2021 dan akhirnya babak Final diadakan pada tanggal 10 Oktober 2021. Tahap penyisihan dan semifinal diadakan secara daring/online sedangkan pada tahap final ini diadakan secara offline. Tahap penyisihan diadakan dengan mengerjakan 50 soal pilihan ganda, tahap semifinal kami mengerjakan 5 soal uraian, dan pada tahap final kami mengerjakan berbagai soal uraian dan melakukan praktikum.

Nah di tahap final ini, tantangan yang kami hadapi semakin sulit. Babak pertama dari tahap final adalah babak praktikum. Kami diharuskan mengambil undian untuk menentukan jenis praktikum yang harus kami lakukan. Kelompok kami mendapatkan praktikum tentang penentuan unsur dalam senyawa Asetaminofen. Setelah melakukan praktikum itu, kami dipersilahkan mempresentasikan hasil praktikum tersebut dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh juri. Masih dalam proses final, kami lanjut ke babak tebak konsep. Pada babak ini kami diharuskan menjawab 2 pertanyaan wajib dan beberapa pertanyaan yang merupakan pertanyaan lemparan, kemudian kami mengikuti babak estafet dimana peraturannya adalah kami diharuskan menghitung secara bergantian. Di luar poin babak praktikum, poin babak tebak konsep dan estafet yang kami peroleh adalah minus. Di titik ini kami tidak menyerah. Kami melanjutkan ke babak adu cepat bertingkat. Pada babak ini kami perlu adu cepat dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan yang diberikan berjumlah 10 nomor dengan ketentuan setiap nomor nilainya bertambah sepuluh dan terdapat sistem minus jika salah. Pada babak ini, kami berhasil lebih cepat menjawab dengan benar dan mulai mengumpulkan banyak poin. Setelah itu pada babak pertaruhan nilai, kami diharuskan mempertaruhkan setengah dari keseluruhan poin kami dan menjawab soal yang diberikan. Hasilnya tidak ada satu kelompok pun yang dapat menjawab soal taruhan ini dengan benar. Hasil nilai langsung diumumkan setelah babak ini dan Puji Tuhan kami berhasil meraih Juara I.

Kami bersyukur atas penyertaan Tuhan sehingga kami dapat mengikuti lomba ini dengan baik. Dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas dukungan keluarga besar SMA Kristen Petra 1, orang tua, dan teman-teman. Pesan kami adalah jangan pernah putus asa, tetap semangat, selalu mengandalkan Tuhan jika mengalami kegagalan. Karena Kegagalan adalah risiko dari setiap upaya menuju kesuksesan. Jika kita takut dan terus menghindari kegagalan, itu sama saja kita tidak akan mencapai kesuksesan. Amin.

Oleh : Kendrick Lius bong

Pengalaman Pertama Yang Berharga Untuk Olimpiade Geografi OLGENAS

Sekolah baru, lingkungan baru. Memasuki masa SMA, terutama saat pandemi bukanlah hal yang mudah. Awalnya, saya pesimis bisa mendapatkan teman. Namun bermula dari dibukanya pendaftaran olimpiade geografi OLGENAS yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada, saya berinisiatif untuk mengajak Rafanditha Gratia (X IPS 2) untuk menjadi rekan saya. Saya berasal dari IPA dan Rafa berasal dari IPS. Sebelumnya, kami belum pernah mengenal satu sama lain. Siapa sangka, rencana Tuhan membuat kami menjadi teman dekat dan teman seperjuangan dalam memulai perjalanan olimpiade geografi ini.

image 1

Olimpiade geografi ini mengangkat tema besar Sustainable City For the Future, yang artinya adalah bagaimana perencanaan sebuah kota bisa berjangka panjang serta mewujudkan agenda Sustainable Development Goals yang dikeluarkan oleh PBB untuk tahun 2030 mendatang. Adapun rangkaian acara lomba dilaksanakan pada tanggal 27-29 Januari 2021.

Pada tanggal 27 Januari 2021, ada tiga babak yang harus kami kerjakan. Written test, yaitu soal pilihan ganda dan isian singkat tentang teori geografi. Yang kedua adalah Multimedia, dimana kami disuguhkan gambar, audio, dan video yang harus dijawab. Bedanya dengan Written Test, Multimedia memuat pengetahuan umum tentang budaya dan bahasa yang ada di dunia. Sejauh ini Written Test dan Multimedia berjalan dengan lancar. Namun saat babak ketiga, yaitu Laboratorium Test, kami merasa kesulitan dan sembari memohon tuntunan Tuhan. Ketika selesai pun, kami hanya bisa berpasrah seutuhnya kepada-Nya.

“Kegagalan” pada hari Laboratorium tersebut, tidak lantas membuat kami menyerah. Tanggal 28 Januari, kami masih harus mengerjakan Proposal Planning. Tema yang diangkat sengaja disembunyikan agar seluruh peserta dapat merumuskan solusi pada hari itu juga. Rupanya, permasalahan yang diangkat adalah turunnya angka keluar-masuk turis di Distrik Malioboro pada masa pandemi. Para peserta diharapkan dapat memunculkan ide kreatif dalam memecahkan masalah, serta menggambarkan perencanaan mereka di peta. Puji Tuhan, proposal kami berada pada urutan ke-2 terbaik, dan kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide kami di hadapan juri.

Tanggal 29 Januari, tibalah hari pengumuman pemenang. Saya dan Rafandita mencoba untuk tetap tenang. Benar saja, nama kami disebutkan dalam pengumuman pemenang dan kami pun berhasil meraih Medali Perak. Tak henti-hentinya kami mengucapkan syukur kepada Tuhan atas pengalaman berharga tersebut. Pengalaman tersebut adalah yang pertama bagi kami. Akhir kata, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan. Salam sejahtera bagi kita semua!

Penulis : Fiona Zhang (X IPA 1)

1st Winner Epic 2020

1 epic 2021

Enterprise resource Planning Competition atau biasa disebut dengan EPIC adalah kompetisi simulasi bisnis tingkat Nasional berbasis cloud untuk peserta didik SMA yang diselenggarakan oleh program studi Sistem Informasi Bisnis dari Universitas Ciputra. Lomba ini diadakan pada tanggal 14-15 November 2020. Di tahun 2020 kemarin lomba EPIC diikuti 51 tim yang masing-masing tim terdiri atas 3 orang. Kami dari tim “SUS” yang berasal dari SMA Kristen Petra 1 Surabaya, beranggotakan Catherine Lim/XIIA4, Steven Adrian/XIIA3 dan Vanessa Christie/XIIS2 berhasil meraih Juara I di lomba EPIC tahun 2020 ini.

Lomba ini menggunakan zoom dan web moonson untuk simulasi ERP (Enterprise Resource Planning). Kami diharuskan untuk dapat mengelola suatu perusahaan. Mulai dari menyewa toko, membeli barang, promosi dan masih banyak lagi. Untuk tahun ini modul yang dibuka ada 7 (Finance, Retail, HR, Forecast, Marketing, Warehouse dan Service).

Sebelum hari perlombaan dimulai, ada simulasi percobaan terlebih dahulu agar para peserta dapat menggunakan monsoon dengan baik untuk menyusun strategi. Saat hari perlombaan, ada 2 babak yang nantinya nilai akan diakumulasi dari kedua babak tersebut agar dapat masuk ke babak final. Di babak pertama disediakan 5 server dan setiap server ada 10 tim. Pembagian server ini diacak secara random oleh panitia dan kurang beruntungnya kelompok kami berada di server dengan 3 lawan yang sulit dan selalu menempati posisi ke 4 di kedua babak. Setelah nilai diakumulasi diambil 6 tim yang dapat mengamankan posisinya untuk masuk babak final dan diambil 4 tim dari pemenang rally game. Saat diumumkan tim yang lolos ke babak final dari ke 5 server tersebut, dan benar saja 3 tim yang lolos berasal dari server kami. Hal ini mengharuskan tim kami untuk bertanding di rally game melawan 44 tim lainnya untuk masuk ke babak final.

Agar lolos ke babak final, tiap tim berlomba untuk mendapatkan poin tertinggi. Poin didapatkan dari menang rally game, investasi poin dan mengisi teka-teki silang. Walaupun peluang lolos ke babak final kecil, kami tetap tidak putus asa dan terus berjuang. Berkat dan kemurahan Tuhan, tim kami dapat lolos ke babak final. Di babak final ini dibagi menjadi 2 server dan kami berhadapan kembali dengan 2 tim dari server kami yang sebelumnya. Disini kami segera menyusun strategi kembali, tetap berpikir positif dan semangat pantang menyerah, meskipun lawan-lawan yang kami hadapi berat. Setelah nilai diakumulasi dari 2 server, kami kaget karena tim kami menduduki peringkat pertama dan berhasil mendapatkan Juara I di perlombaan EPIC tahun 2020 kemarin. Sedangkan juara lainnya berasal dari SMAK Penabur kota Tangerang dan SMAS Dharma Loka Pekan baru. Juara I hadiah yang kami peroleh : Piala, Piagam Penghargaan, Apple Golden Ticket dan Uang Tunai. Semua ini hanya karena kasih kemurahan Tuhan sehingga kami memperoleh hasil terbaik dalam lomba ini. Amin.

Oleh : Catherine Lim/XIIA4

Romantisasi Mental Disorder? You Choose!

Lomba Increasse

Kami tim ETC dari SMA Kristen Petra 1 (Gracelyn Elizabeth XIA1/11 dan Laureen Nadia Hendrawan XIA1/19) mengikuti lomba INCREASE 2.0 (Innovation and Creation of Psychopreneur in Society) dalam bidang poster secara virtual yang diadakan oleh Universitas Ciputra Fakultas Psikologi pada 14 November 2020. Dimana kita didorong untuk mengeluarkan ide dan kreativitas kita mengenai mental health awareness terutama di kalangan remaja. Awalnya, tujuan kami mengikuti lomba ini adalah kami ingin mengikuti kegiatan yang fresh dan seru terutama dalam keadaan pandemi. Selain itu, passion kami dalam mendesain dan menggambar, mendorong kami untuk mengikuti lomba ini juga.

Untuk lomba poster kali ini, kami diminta menganalisa bagaimana romantisasi mental disorder di kalangan remaja telah menjadi sebuah tren. Salah satu penyebab terjadinya romantisasi adalah lewat salah penafsiran dari lagu-lagu tertentu. Di lomba ini, kami diberi pilihan beberapa lagu untuk dijadikan bahan analisa untuk poster kami. Kami memilih lagu 1-800-273-8255 karya Logic, yang merupakan salah satu lagu terkenal yang mengangkat tema kesehatan mental.

Babak pertama, kami membuat poster dengan penjelasan mengenai beberapa bagian dari lagu tersebut yang dapat menimbulkan salah interpretasi terkait kesehatan mental, dan juga beberapa tips serta landasan teori psikologi yang mendukung penjelasan kami. Poster kami berjudul “You Choose”, dimana kami mengambil gambaran seseorang yang sedang mendengarkan lagu tersebut, kemudian diperhadapkan pada 2 pilihan, yaitu pendengar dapat mengambil hal positif atau negatif.

Tidak mudah bagi kami untuk menyusun dan memuat materi serta memvisualisasikan semuanya dalam 1 lembar A3, namun berkat bimbingan guru BK kami Bapak Akwila Saputro Pamungkas, M.Psi dalam penjabaran teori kesehatan mental, dan juga berkat penyertaan Tuhan, kami mampu menyelesaikan poster tersebut tepat waktu.

Setelah penantian 3 hari, kami mendapatkan informasi bahwa kami masuk dalam babak final 6 besar, dimana kami akan mempresentasikan poster kami dalam waktu 6 hari. Hari presentasi pun tiba, kami melakukan presentasi lewat zoom di hadapan juri-juri. Syukurlah, sekalipun terjadi kendala koneksi di tengah-tengah presentasi, kami dapat menyelesaikan presentasi dan menjawab pertanyaan juri dengan baik. Dan akhirnya pun, tanpa disangka kami meraih Juara III. Akhir kata, kami bersyukur dapat memenangkan lomba walaupun secara online. Kami pun yakin setiap dari kita memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan potensi kita untuk hal positif.

 

Penulis :

Gracelyn Elizabeth XIA1

Berprestasi Meraih Grand Champion Dalam International Applied Science Olympiad 2020

Lomba IASOHalo, perkenalkan nama saya Mark Alexander Ierwanto (X MIPA 1/25) SMA Kristen Petra 1. Saya sangat menyukai Sains, karena itu ketika orang tua menawarkan untuk ikutan lomba Sains ini, saya langsung tertarik untuk ikut. Persiapan saya yang pertama adalah mempelajari contoh soal lomba ini seperti apa terlebih dahulu, baik materi yang diujikan dan teknis pelaksanaan lomba tersebut.

Ketika saya mempelajari contoh soal lomba ini di official website IASO (International Applied Science Olympiad) yang dilaksanakan pada 14 November 2020, saya semakin tertarik. Sebab ternyata IASO sangat berbeda dengan lomba sains lain yang selama ini pernah saya ikuti. IASO penuh dengan tantangan bagi peserta untuk lebih memahami konsep sains yang disajikan dalam praktik di dunia nyata dan diaplikasikan dalam situasi yang berbeda-beda. Disinilah saya benar-benar tertantang, sebab saya merasa memiliki kesempatan untuk bersaing dalam suatu lomba yang baru.

Untuk persiapan kompetisi ini, saya mempersiapakan diri dengan mempelajari buku buku sains kakak saya yang berkurikulum internasional, yang lebih menekankan pada pengertian konsep sains dan praktikum aplikatif bukan sekadar hitungan saja. Ternyata persiapan ini sangat berguna sekali saat lomba, soal-soalnya banyak yang membutuhkan pengertian dan konsep-konsep baik itu soal Fisika, Biologi, Kimia maupun Ilmu Pengetahuan Alam yang lainnya. Sebagian besar soal adalah Fisika, walaupun angka hitungannya tidak terlalu susah namun banyak sekali jebakan-jebakan di soal IASO ini yang menuntut kita untuk memahami konsep sekaligus aplikasi ilmu sains di dunia nyata. Jadi walaupun kita boleh menggunakan kalkulator scientific, namun tidak banyak membantu kalau tidak benar-benar paham mengenai apa yang diuraikan dalam soal.

Saya sangat senang karena dalam olimpiade ini saya memperoleh pengalaman yang sangat berharga, yaitu kemampuan menyelesaikan permasalahan dalam berbagai situasi dunia nyata menggunakan ilmu sains terapan. Saya ditantang untuk dapat mengembangkan alas an-alasan scientific, dan juga ditantang untuk memiliki kemampuan problem solving serta critical thinking yang jelas dibutuhkan sebagai life skills masa depan saya.

Puji Tuhan dalam International Applied Science Olympiad 2020 ini, saya berhasil menjadi Grand Champion (terbaik dari seluruh Champion/Juara Utama pada semua kategori) dan saya senang karena mendapatkan piala yang sangat bagus. Saya bahagia bisa membawa nama baik sekolah SMA Kristen Petra 1 dan membuat bangga orang tua saya. Semua ini berkat dan anugerah Tuhan semata yang telah begitu baik dalam hidup saya.

 

Penulis :

Mark Alexander Ierwanto (X MIPA 1/25)

boost the values reap the success