| |

Perjuangan Kami Untuk International Mathematical Olympiad (IMO) 2020

IMO2020Artikel

Pengalaman yang unik tentunya, untuk lomba dalam wabah Covid-19. Persiapan IMO bagi saya dan rekan timnas saya dilakukan secara online melalui zoom, dan terkadang dilanjutkan lewat whatsapp, sampai pada hari mulainya lomba.

Pada 20 September 2020, sehari sebelum lomba, saya check in ke hotel Sheraton dan bermalam hingga selesainya lomba. Pada malam hari, saya beserta tiga peserta alinnya yang dari Surabaya berkumpul di ruang meeting untuk melakukan pembukaan bersama via YouTube dan Zoom. Selain kita yang dari Surabaya, juga ada dua peserta Indonesia yang mengikuti acara dari Bandung. Acara berjalan dengan lancar tanpa ada masalah, bahkan saya cukup takjub bahwa meski dalam pandemi, opening acara IMO tetap merupakan hal yang menakjubkan. Salah satu hal yang paling saya ingat adalah animasi pendek yang menjelaskan tentang sejarah matematika yang berkembang di sekitar Rusia.

Esok harinya, kami memulai lomba pada pukul 14.30-19.00. Sebelum lomba, semua perlengkapan kebutuhan olimpiade sudah tersedia dengan rapi, ada kertas jawaban, kertas soal, kertas pertanyaan, minuman, pensil, dan beberapa papan penanda. Kertas pertanyaan memiliki fungsi untuk menanyakan penjelasan soal, penanda “question” digunakan bila peserta hendak mengajukan pertanyaan lewat kertas pertanyaan, penanda “toilet” digunakan bila siswa ingin ke toilet, dan penanda “paper” digunakan bila murid memerlukan kertas tambahan.

Masing-masing alat ini dapat digunakan oleh peserta agar proses lomba dapat berjalan secara jujur, efisien, dan kondusif. Kami pun juga memiliki jam digital di depan dan beberapa kamera yang disediakan oleh Petra dan pemerintah. Pada 30 menit pertama, kami diperbolehkan untuk menanyakan penjelasan soal bila perlu, tetapi pada hari pertama semua soal cukup jelas, jadi kami meneruskan saja tanpa bertanya. Selama 4,5 jam yang tersedia, peserta membaca tiga soal dan menuliskan jawaban mereka di lembar jawaban yang ada.

Setelah waktu habis, saya dan peserta lain keluar dari ruang lomba serta para panitia melakukan scan jawaban-jawaban peserta. Sementara para peserta di luar ruangan bercakap-cakap tentang bagaimana hari pertama ini berlalu. Lalu kami makan malam dan istirahat di kamar masing-masing.

Keesokan hari, pada tanggal 22 September 2020, hari kedua olimpiade dimulai. Semua terjadi cukup baik seperti di hari pertama. Akhirnya acara olimpiade selesai dan seluruh peserta kembali ke kamar masing-masing. Keesokan harinya, kami pun pulang ke rumah masing-masing dan menunggu hasilnya dan penutupan acara.

Beberapa hari kemudian, kita mendapat informasi tentang hasil olimpiade dan acara penutupan via YouTube dan Zoom. Puji Tuhan dan saya bangga bahwa pada tahun ini Indonesia berhasil meraih dua medali emas dalam satu tahun, hal yang belum pernah terjadi dalam perlombaan ini. Saya juga bahagia bisa menjadi salah satu medalis emas tersebut.

Terima kasih kepada PPPK Petra yang telah mendukung pelaksanaan IMO virtual di Surabaya. Juga dukungan dan doa dari seluruh guru dan karyawan PPPK Petra. Semoga siswa-siswa PPPK Petra bisa lebih berprestasi di masa mendatang. Pesan saya, jangan menyerah dengan keadaan, tetap asah potensi kalian, karena meskipun di tengah pandemi, kita masih dapat berprestasi.

Oleh :
Aaron Alvarado Kristanto J. (XII MIPA 1)

Perlombaan Atau Permainan Ya?

IRGLArtikel

Informatic Rally Games and Logic biasa disingkat dengan sebutan IRGL merupakan sebuah lomba yang diselenggarakan oleh program studi Teknik Informatika dari Universitas Kristen Petra. Tahun 2020 ini, IRGL mengadakan lomba tahunan dengan mengangkat tema "Thrones of The PHEONIX" dan tentunya lomba ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya pandemi yang mengharuskan lomba ini diselenggarakan secara online. Kami tim Phantom yang berasal dari SMA Kristen Petra 1 beranggotakan Steven Adrian/XIIA3, Catherine Lim/XIIA4 dan Vanessa Christie/XIIS2 berhasil meraih Juara II di perlombaan IRGL tahun 2020 yang tentunya tidak mudah untuk meraihnya.

Memenangkan perlombaan ini, tim kami diharuskan beradu dengan 85 tim lain di babak penyisihan yang nantinya akan diambil 20 tim untuk lanjut ke babak semifinal. Dalam babak penyisihan, masing-masing kelompok berlomba dengan mengerjakan 45 soal terdiri dari 15 soal mudah, 15 soal sedang dan 15 soal sulit serta diberikan waktu selama 1 jam untuk mengerjakan semua soalnya. Walaupun tim kami merasa semua soal yang diberikan sulit tetapi kami berhasil lolos ke babak semifinal dan berada di peringkat 7.

Babak semifinal pun dimulai, setiap tim diharuskan menggunakan logic mereka untuk menggerjakan puzzle game yang disediakan panitia dimana nantinya akan diambil 6 tim untuk lolos ke babak final. Di game puzzle ini disediakan beberapa puzzle seperti contoh salah satu puzzle-nya yang mirip dengan sudoku, tentunya tidak semudah sudoku pada umumnya, disediakan kotak 5x5 ada 1/2 angka sebagai panduan dan kita dapat menuliskan angka 1-5 tetapi tidak boleh mengulang angka yang sama di setiap kolom dan barisnya tetapi angka yang kita masukan harus memperhatikan beberapa tanda lebih besar dari (>) yang terletak tersebar diantara kolom dan baris. Tim kami mengalami kesulitan di babak semifinal ini karena puzzle yang diberikan memiliki variasi yang sulit dan kami hanya berhasil mengerjakan sekitar 4-5 variasi puzzle saja. Disini kami merasa sudah tidak ada harapan untuk lolos ke babak berikutnya, tapi ternyata tidak hanya tim kami saja yang merasa kesulitan sehingga tim kami dapat lolos ke babak final dengan peringkat ke 6.

Di babak final lomba yang kita hadapi adalah game escape room terdapat 6 lantai dan di setiap lantainya terdapat clue dan pintu yang terkunci untuk membuka pintu yang terkunci kita dapat mengerjakan soal yang diberikan oleh panitia. Berkat kasih karunia dan pertolongan Tuhan tim kami berhasil mendapatkan Juara II di perlombaan ini dengan rekor waktu tercepat 26 menit sedangkan tim lain rata-rata menyelesaikan perlombaan dengan waktu sekitar 1 jam.

Akhir kata, jangan mudah menyerah dalam segala hal walau kita berada di bawah karena roda selalu berputar lakukanlah yang terbaik dan serahkan sisanya kepada Tuhan. Inilah pengalaman kami walau berlomba secara online tetapi tak memudarkan semangat kami untuk berlomba, bagaimana dengan kalian?

Oleh : Catherine Lim (XII IPA 4)

Online International Chemistry Olympiad (IChO) 2020

 Steven William PPPK PetraSteven William A1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salam kenal, nama saya Steven William (XII IPA 1) siswa SMA Kristen Petra 1. Ijinkan saya menceritakan sepenggal kisah salah satu prestasi saya yang saya raih kemarin. Sebagai peraih medali OSN 2019 di bidang kimia, saya terdaftar sebagai salah satu peserta pelatnas (pelatihan nasional) tahap 1. Pelatnas 1 kimia ini dilaksanakan di Bandung, tepatnya di Wisma Kartini. Selama dua minggu kami, 30 orang medalis OSN kimia 2019, diberi materi oleh dosen dan tutor serta mengerjakan soal tes. Nilai hasil tes dan praktikum digunakan untuk mengukur kemampuan kami yang menjadi tolak ukur lolos tidaknya peserta ke tahap selanjutnya.

Saat itu, Pelatnas 1 dilaksanakan pada bulan September 2019, hasil pelatnas 1 baru diumumkan sekitar 9 bulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 7 Juni 2020. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatnas 2 yang diadakan secara online tanggal 9 – 11 Juni 2020. Ada 14 peserta yang dinyatakan lolos. Lamanya pengumuman ini karena adanya pergantian organisasi pengurus di departemen pendidikan Indonesia, selain itu juga akibat pandemic covid 19 yang melanda seluruh dunia, sempat membuat bimbang negara penyelenggara (Turki) apakah sebaiknya membatalkan atau tetap mengadakan IChO. Setelah melalui voting, keputusan yang diambil adalah melaksanakan IChO secara online, hanya test tulis, dan meniadakan praktikum.

Sayangnya, selama penantian yang tidak menentu itu semangat belajar saya sedikit memudar. Ketika tiba saat diumumkannya peserta pelatnas 2, secara mental saya kurang siap. Hal ini karena masa ketidakpastian yang panjang dan  karena saya merasa persiapan saya tidak sematang harapan. Pelatnas tahap 2 dilaksanakan secara online selama 3 hari. Tiap hari diberikan materi secara sekilas, lalu diadakan tes. Ada 8 materi yang diujikan. Tahapan intensif ini dilalui untuk menentukan 4 orang yang akan mewakili Indonesia di IChO nantinya. Berkat penyertaan Tuhan, saya masih diperbolehkan untuk lolos ke tahap 3 dan menjadi tim nasional Indonesia yang akan mewakilkan negara untuk bertanding di International Chemistry Olympiad (IChO). Tim IChO terdiri atas dua orang dari Jakarta dan dua orang dari Surabaya. Tim IChO Surabaya diwakili oleh saya dan teman saya dari SMA Kristen Petra 2.

Setelah tim terbentuk, empat orang yang terpilih menjalani pelatnas 3, pada tanggal 8 – 19 Juli 2020. Kami diberi tes dan materi yang bertujuan untuk mematangkan persiapan. Selain itu, ada juga alumni peserta pelatnas dan Tim IChO yang ikut memberikan materi atau sharing mengenai pengalaman mereka. Karena kondisi pandemi yang masih tetap tidak menentu, IChO Indonesia diadakan di 2 kota. Pada tanggal 24 Juli 2020, kami berangkat menuju hotel tempat tes IChO online akan dilaksanakan. Peserta Jakarta menginap di Hotel Swiss-Bell Bogor, sedangkan peserta Surabaya menginap di Hotel Sheraton Surabaya. Pada tanggal 25 Juli 2020 di pagi harinya, kami mengikuti rapat pembukaan yang diadakan oleh Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional), sembari memastikan sarana dan prasarana yang akan digunakan ketika tes nantinya bisa berjalan dengan baik. Sorenya, mulai pukul 16.00 WIB, kami mulai mengerjakan soal pada kertas. Pukul 21.00 WIB, waktu pengerjaan habis, lalu jawaban yang kami tuliskan di-scan dan di-upload untuk dikumpulkan ke negara panitia penyelenggara, yaitu Turki.

Akhirnya tanggal 30 Juli, pengumuman pemenang dilakukan melalui live youtube. Puji Tuhan saya berhasil meraih penghargaan medali perunggu dan teman saya meraih medali perak. Total tim IChO Indonesia meraih dua medali perak dan dua medali perunggu. Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami semua dalam perjuangan olimpiade ini sehingga pelaksanaan tes IChO di Surabaya secara online bisa terlaksana dengan lancar. Puji syukur juga pada Tuhan atas semua anugerah-Nya.

Oleh :

Steven William (XII IPA 1)

Juara 1 Lomba Matematika Tingkat Nasional

Juara 1 lomba Matematika tingkat Nasional Universitas Negeri Yogyakarta Andreas Reynard X MIPA 1 7 Maret 2020Siswa SMA Kriten Petra 1 berhasil meraih prestasi sebagai juara 1 lomba Matematika tingkat nasional yang dilaksanakan Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal  7 Maret 2020 atas nama Andreas Reynard X MIPA-1.  Lomba yang diikuti 200 siswa dari berbagai daerah di Indonesia dibagi atas  empat  babak. Lomba diawali dengan babak penyisihan yang diadakan di Univiversitas Islam Negeri Sunan Ampel untuk rayon Surabaya pada tanggal 22 Februari 2020. Babak penyisihan terdiri atas 40 nomor soal pilihan ganda yang dikerjakan hanya dalam waktu 90 menit. Saya berusaha mengerjakan semaksimal mungkin , namun karena keterbatasan waktu dan tingkat kesulitan soal yang tinggi, saya hanya bisa mengerjakan  25 soal . Namun,  saat pengumuman 50 besar peserta yang lolos, saya berada di peringkat 1. Di situ saya mengetahui bahwa ternyata banyak peserta yang sudah pernah mengikuti OSN bahkan  mendapat medali

Babak kedua adalah babak 50 besar yang diadakan di Universitas  Negeri Yogyakarta ( UNY ) pada tanggal 7 Maret 2020. Peserta lomba mengerjakan  soal berupa isian singkat dan menjawab benar atau salah dengan disertai alasan. Soal-soal cukup susah dan waktu mengerjakan  sangat singkat. Pada babak ini saya berhasil lolos ke peringkat ketiga. Babak berikutnya yaitu  25 besar. Babak ini menurut saya adalah yang terberat. Soalnya berupa essay yang membutuhkan penjabaran dalam menjawab. Hal tersebut merupakan salah satu kelemahan saya . Pada babak ini hanya diambil lima peserta terbaik saja untuk lolos ke babak final. Meskipun agak pesimis karena lawannya berat namun saya tidak menyerah. Saya tetap berusaha mengerjakan dengan sebaik mungkin. Saat menunggu pengumuman, saya sedikit khawatir apa masih bisa lolos. Akan tetapi saya berusaha tenangt. Puji Tuhan ternyata saya masih bisa lolos, meskipun saya berada di posisi terakhir yaitu kelima. Saya sangat bersyukur bisa  melewati babak ini.

Babak keempat merupakan babak final . Pada babak  ini tiap-tiap finalis mengerjakan soal berupa cepat tepat yang terdiri dari tiga babak.  Babak wajib lima nomor, babak rebutan 10 nomor, dan babak bombastic lima nomor.  Saya paling suka soal cepat tepat, karena saya termasuk cepat dalam menghitung. Oleh karena itu saya masih ada harapan untuk bisa meraih juara 1 atau paling tidak tiga  besar.  Puji Tuhan, saya berhasil menjawab  soal –soal  dengan tepat  sehingga selisih poin saya dengan peserta lainnya cukup tinggi . Saya berhasil menjuarai lomba ini.

Saya sangat bersyukur atas berkat yang telah Tuhan berikan kepada saya. Dengan kemenangan ini memotivasi saya untuk lebih berprestasi dalam kompetisi lainnya. Praise The Lord

Andreas Reynard

Dentine 2020

Juara 2 Dentine tingkat Nasional Unair 25 Januari 2020 Steven W Andreas Reinard Aditya Dvid W

Tahun ini, Universitas Airlangga Fakultas Kedokteran Gigi kembali mengadakan Dentine 2020. DENTINE (Dentistry Intellectual Challenge) merupakan ajang kompetisi pelajar SMA dan sederajat yang menggabungkan intelektualitas dan kreativitas.  Materi yang dilombakan meliputi  bidang matematika, fisika, kimia, biologi dan ilmu kedokteran gigi dasar. Tim SMA Kristen Petra 1 berahasil meraih juara 2 dalamm kompetisi ini atas nama, Aditya David Wirawan dengan anggota Steven William dan Andreas Reynard Samsico.

DENTINE 2020 diikuti lebih dari 2000 peserta dari seluruh Indonesia. Pada tanggal 19 Januari 2020, penyisihan DENTINE dilaksanakan untuk memilih 60 tim yang akan lanjut ke babak semifinal. Tim yang mengikuti penyisihan diberikan soal dengan bidang matematika, fisika, biologi, dan kimia dengna jumlah masing-masing 15 butir, serta 10 butir soal ilmu kedokteran gigi dasar. Total soal adalah 70 butir soal pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 70 menit. Hari itu juga diumumkan lima tim terbaik rayon Surabaya dan puji Tuhan tim Petra 1 berhasil meraih juara 1. Lomba DENTINE ini cukup unik karena juara rayon tiap daerah diberi penghargaan berupa piala, di mana pada lomba lain jarang ditemui hal seperti ini.

Juara 2 Dentine Unair

boost the values reap the success