| |

1st Winner Epic 2020

1 epic 2021

Enterprise resource Planning Competition atau biasa disebut dengan EPIC adalah kompetisi simulasi bisnis tingkat Nasional berbasis cloud untuk peserta didik SMA yang diselenggarakan oleh program studi Sistem Informasi Bisnis dari Universitas Ciputra. Lomba ini diadakan pada tanggal 14-15 November 2020. Di tahun 2020 kemarin lomba EPIC diikuti 51 tim yang masing-masing tim terdiri atas 3 orang. Kami dari tim “SUS” yang berasal dari SMA Kristen Petra 1 Surabaya, beranggotakan Catherine Lim/XIIA4, Steven Adrian/XIIA3 dan Vanessa Christie/XIIS2 berhasil meraih Juara I di lomba EPIC tahun 2020 ini.

Lomba ini menggunakan zoom dan web moonson untuk simulasi ERP (Enterprise Resource Planning). Kami diharuskan untuk dapat mengelola suatu perusahaan. Mulai dari menyewa toko, membeli barang, promosi dan masih banyak lagi. Untuk tahun ini modul yang dibuka ada 7 (Finance, Retail, HR, Forecast, Marketing, Warehouse dan Service).

Sebelum hari perlombaan dimulai, ada simulasi percobaan terlebih dahulu agar para peserta dapat menggunakan monsoon dengan baik untuk menyusun strategi. Saat hari perlombaan, ada 2 babak yang nantinya nilai akan diakumulasi dari kedua babak tersebut agar dapat masuk ke babak final. Di babak pertama disediakan 5 server dan setiap server ada 10 tim. Pembagian server ini diacak secara random oleh panitia dan kurang beruntungnya kelompok kami berada di server dengan 3 lawan yang sulit dan selalu menempati posisi ke 4 di kedua babak. Setelah nilai diakumulasi diambil 6 tim yang dapat mengamankan posisinya untuk masuk babak final dan diambil 4 tim dari pemenang rally game. Saat diumumkan tim yang lolos ke babak final dari ke 5 server tersebut, dan benar saja 3 tim yang lolos berasal dari server kami. Hal ini mengharuskan tim kami untuk bertanding di rally game melawan 44 tim lainnya untuk masuk ke babak final.

Agar lolos ke babak final, tiap tim berlomba untuk mendapatkan poin tertinggi. Poin didapatkan dari menang rally game, investasi poin dan mengisi teka-teki silang. Walaupun peluang lolos ke babak final kecil, kami tetap tidak putus asa dan terus berjuang. Berkat dan kemurahan Tuhan, tim kami dapat lolos ke babak final. Di babak final ini dibagi menjadi 2 server dan kami berhadapan kembali dengan 2 tim dari server kami yang sebelumnya. Disini kami segera menyusun strategi kembali, tetap berpikir positif dan semangat pantang menyerah, meskipun lawan-lawan yang kami hadapi berat. Setelah nilai diakumulasi dari 2 server, kami kaget karena tim kami menduduki peringkat pertama dan berhasil mendapatkan Juara I di perlombaan EPIC tahun 2020 kemarin. Sedangkan juara lainnya berasal dari SMAK Penabur kota Tangerang dan SMAS Dharma Loka Pekan baru. Juara I hadiah yang kami peroleh : Piala, Piagam Penghargaan, Apple Golden Ticket dan Uang Tunai. Semua ini hanya karena kasih kemurahan Tuhan sehingga kami memperoleh hasil terbaik dalam lomba ini. Amin.

Oleh : Catherine Lim/XIIA4

Romantisasi Mental Disorder? You Choose!

Lomba Increasse

Kami tim ETC dari SMA Kristen Petra 1 (Gracelyn Elizabeth XIA1/11 dan Laureen Nadia Hendrawan XIA1/19) mengikuti lomba INCREASE 2.0 (Innovation and Creation of Psychopreneur in Society) dalam bidang poster secara virtual yang diadakan oleh Universitas Ciputra Fakultas Psikologi pada 14 November 2020. Dimana kita didorong untuk mengeluarkan ide dan kreativitas kita mengenai mental health awareness terutama di kalangan remaja. Awalnya, tujuan kami mengikuti lomba ini adalah kami ingin mengikuti kegiatan yang fresh dan seru terutama dalam keadaan pandemi. Selain itu, passion kami dalam mendesain dan menggambar, mendorong kami untuk mengikuti lomba ini juga.

Untuk lomba poster kali ini, kami diminta menganalisa bagaimana romantisasi mental disorder di kalangan remaja telah menjadi sebuah tren. Salah satu penyebab terjadinya romantisasi adalah lewat salah penafsiran dari lagu-lagu tertentu. Di lomba ini, kami diberi pilihan beberapa lagu untuk dijadikan bahan analisa untuk poster kami. Kami memilih lagu 1-800-273-8255 karya Logic, yang merupakan salah satu lagu terkenal yang mengangkat tema kesehatan mental.

Babak pertama, kami membuat poster dengan penjelasan mengenai beberapa bagian dari lagu tersebut yang dapat menimbulkan salah interpretasi terkait kesehatan mental, dan juga beberapa tips serta landasan teori psikologi yang mendukung penjelasan kami. Poster kami berjudul “You Choose”, dimana kami mengambil gambaran seseorang yang sedang mendengarkan lagu tersebut, kemudian diperhadapkan pada 2 pilihan, yaitu pendengar dapat mengambil hal positif atau negatif.

Tidak mudah bagi kami untuk menyusun dan memuat materi serta memvisualisasikan semuanya dalam 1 lembar A3, namun berkat bimbingan guru BK kami Bapak Akwila Saputro Pamungkas, M.Psi dalam penjabaran teori kesehatan mental, dan juga berkat penyertaan Tuhan, kami mampu menyelesaikan poster tersebut tepat waktu.

Setelah penantian 3 hari, kami mendapatkan informasi bahwa kami masuk dalam babak final 6 besar, dimana kami akan mempresentasikan poster kami dalam waktu 6 hari. Hari presentasi pun tiba, kami melakukan presentasi lewat zoom di hadapan juri-juri. Syukurlah, sekalipun terjadi kendala koneksi di tengah-tengah presentasi, kami dapat menyelesaikan presentasi dan menjawab pertanyaan juri dengan baik. Dan akhirnya pun, tanpa disangka kami meraih Juara III. Akhir kata, kami bersyukur dapat memenangkan lomba walaupun secara online. Kami pun yakin setiap dari kita memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan potensi kita untuk hal positif.

 

Penulis :

Gracelyn Elizabeth XIA1

Berprestasi Meraih Grand Champion Dalam International Applied Science Olympiad 2020

Lomba IASOHalo, perkenalkan nama saya Mark Alexander Ierwanto (X MIPA 1/25) SMA Kristen Petra 1. Saya sangat menyukai Sains, karena itu ketika orang tua menawarkan untuk ikutan lomba Sains ini, saya langsung tertarik untuk ikut. Persiapan saya yang pertama adalah mempelajari contoh soal lomba ini seperti apa terlebih dahulu, baik materi yang diujikan dan teknis pelaksanaan lomba tersebut.

Ketika saya mempelajari contoh soal lomba ini di official website IASO (International Applied Science Olympiad) yang dilaksanakan pada 14 November 2020, saya semakin tertarik. Sebab ternyata IASO sangat berbeda dengan lomba sains lain yang selama ini pernah saya ikuti. IASO penuh dengan tantangan bagi peserta untuk lebih memahami konsep sains yang disajikan dalam praktik di dunia nyata dan diaplikasikan dalam situasi yang berbeda-beda. Disinilah saya benar-benar tertantang, sebab saya merasa memiliki kesempatan untuk bersaing dalam suatu lomba yang baru.

Untuk persiapan kompetisi ini, saya mempersiapakan diri dengan mempelajari buku buku sains kakak saya yang berkurikulum internasional, yang lebih menekankan pada pengertian konsep sains dan praktikum aplikatif bukan sekadar hitungan saja. Ternyata persiapan ini sangat berguna sekali saat lomba, soal-soalnya banyak yang membutuhkan pengertian dan konsep-konsep baik itu soal Fisika, Biologi, Kimia maupun Ilmu Pengetahuan Alam yang lainnya. Sebagian besar soal adalah Fisika, walaupun angka hitungannya tidak terlalu susah namun banyak sekali jebakan-jebakan di soal IASO ini yang menuntut kita untuk memahami konsep sekaligus aplikasi ilmu sains di dunia nyata. Jadi walaupun kita boleh menggunakan kalkulator scientific, namun tidak banyak membantu kalau tidak benar-benar paham mengenai apa yang diuraikan dalam soal.

Saya sangat senang karena dalam olimpiade ini saya memperoleh pengalaman yang sangat berharga, yaitu kemampuan menyelesaikan permasalahan dalam berbagai situasi dunia nyata menggunakan ilmu sains terapan. Saya ditantang untuk dapat mengembangkan alas an-alasan scientific, dan juga ditantang untuk memiliki kemampuan problem solving serta critical thinking yang jelas dibutuhkan sebagai life skills masa depan saya.

Puji Tuhan dalam International Applied Science Olympiad 2020 ini, saya berhasil menjadi Grand Champion (terbaik dari seluruh Champion/Juara Utama pada semua kategori) dan saya senang karena mendapatkan piala yang sangat bagus. Saya bahagia bisa membawa nama baik sekolah SMA Kristen Petra 1 dan membuat bangga orang tua saya. Semua ini berkat dan anugerah Tuhan semata yang telah begitu baik dalam hidup saya.

 

Penulis :

Mark Alexander Ierwanto (X MIPA 1/25)

Battle Matematika? Siapa Takut!!

MBCGS 2020

Puji Tuhan atas segala berkat dan penyertaan-Nya kepada kami (Alexander Weynard - XII IPA 2, Andreas Reynard - XI IPA 1, dan Angelus Kennard - X IPA 6), dalam mengikuti lomba MBCGS (Mathematics Battle Challenge and Goes to School) yang diadakan oleh Himatika Fakultas MIPA  Universitas Padjadjaran. Walaupun dalam masa pandemi Covid-19 ini, banyak para siswa tetap bersemangat mengikuti berbagai macam lomba yang diselenggarakan secara online. Segi positifnya adalah  biaya yang harus dikeluarkan panitia lomba maupun biaya yang kita keluarkan akan menjadi lebih hemat. Apalagi jika tempat lombanya jauh dari tempat tinggal kita. Maka dari itu kami memberanikan diri mengikuti lomba MBCGS ini.

Lomba ini dilakukan secara tim. Satu tim terdiri dari 3 orang.  Babak penyisihan diadakan pada tanggal 12 September 2020. Pada babak penyisihan tersebut, tim kami berhasil meraih score tertinggi sekaligus menjadi tim terbaik wilayah Jawa Timur. Kami sangat senang dan semakin bersemangat melanjutkan babak selanjutnya.

Babak semifinal dan final diadakan pada tanggal 26 September 2020. Babak semifinal terdiri dari 2 rangkaian perlombaan yaitu Mathsolve dan Locked room yang diikuti oleh 20 tim. Menunggu hasil pengumuman semifinal kami bertiga merasa sedikit khawatir dikarenakan kita tidak mengetahui bagaimana keadaan lawan. Puji Tuhan nama tim kami disebut sebagai salah satu finalis.

Tibalah di babak final terdiri dari 3 rangkaian perlombaan yaitu Presentasi, Relay, dan Invest. Nilai terakhir adalah gabungan dari ke-3 rangkaian tersebut.  Saat Presentasi kami mendapat nomor  undian pertama. Meski agak gugup, namun kami percaya diri karena sudah mempersiapkannya cukup baik. Karena penilaiannya mencakup benar atau tidaknya jawaban dan cara kita mempresentasikan jawaban, maka kami membagi tugas saat presentasi tersebut apa saja yang masing-masing harus lakukan.  Kemudian final dilanjutkan dengan lomba Relay. Kami mengalami kesulitan disini, namun kami berusaha sebaik mungkin. Dan terakhir saat lomba Invest, kami diharuskan menginvestasikan modal yang kami punyai sebelum menjawab pertanyaan. Lomba ini cukup seru, karena kami hanya bisa menerka-nerka berapa persen kemungkinan kami bisa menjawab soal-soal tersebut.  Sekali lagi kami sangat bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya, sehingga pada babak ini tim kami unggul dari lainnya.

Babak final berakhir hingga sore hari  dan malamnya dilakukan acara penutupan serta pengumuman pemenang.  Puji Tuhan tim kami akhirnya berhasil meraih Juara I lomba MBCGS 2020 ini. Syukur kami panjatkan kepada Tuhan, semua ini  berkat anugerahNya.

 

 

Oleh :

Alexander Weynard - XII IPA 2

Perjuangan Kami Untuk International Mathematical Olympiad (IMO) 2020

IMO2020Artikel

Pengalaman yang unik tentunya, untuk lomba dalam wabah Covid-19. Persiapan IMO bagi saya dan rekan timnas saya dilakukan secara online melalui zoom, dan terkadang dilanjutkan lewat whatsapp, sampai pada hari mulainya lomba.

Pada 20 September 2020, sehari sebelum lomba, saya check in ke hotel Sheraton dan bermalam hingga selesainya lomba. Pada malam hari, saya beserta tiga peserta alinnya yang dari Surabaya berkumpul di ruang meeting untuk melakukan pembukaan bersama via YouTube dan Zoom. Selain kita yang dari Surabaya, juga ada dua peserta Indonesia yang mengikuti acara dari Bandung. Acara berjalan dengan lancar tanpa ada masalah, bahkan saya cukup takjub bahwa meski dalam pandemi, opening acara IMO tetap merupakan hal yang menakjubkan. Salah satu hal yang paling saya ingat adalah animasi pendek yang menjelaskan tentang sejarah matematika yang berkembang di sekitar Rusia.

Esok harinya, kami memulai lomba pada pukul 14.30-19.00. Sebelum lomba, semua perlengkapan kebutuhan olimpiade sudah tersedia dengan rapi, ada kertas jawaban, kertas soal, kertas pertanyaan, minuman, pensil, dan beberapa papan penanda. Kertas pertanyaan memiliki fungsi untuk menanyakan penjelasan soal, penanda “question” digunakan bila peserta hendak mengajukan pertanyaan lewat kertas pertanyaan, penanda “toilet” digunakan bila siswa ingin ke toilet, dan penanda “paper” digunakan bila murid memerlukan kertas tambahan.

Masing-masing alat ini dapat digunakan oleh peserta agar proses lomba dapat berjalan secara jujur, efisien, dan kondusif. Kami pun juga memiliki jam digital di depan dan beberapa kamera yang disediakan oleh Petra dan pemerintah. Pada 30 menit pertama, kami diperbolehkan untuk menanyakan penjelasan soal bila perlu, tetapi pada hari pertama semua soal cukup jelas, jadi kami meneruskan saja tanpa bertanya. Selama 4,5 jam yang tersedia, peserta membaca tiga soal dan menuliskan jawaban mereka di lembar jawaban yang ada.

Setelah waktu habis, saya dan peserta lain keluar dari ruang lomba serta para panitia melakukan scan jawaban-jawaban peserta. Sementara para peserta di luar ruangan bercakap-cakap tentang bagaimana hari pertama ini berlalu. Lalu kami makan malam dan istirahat di kamar masing-masing.

Keesokan hari, pada tanggal 22 September 2020, hari kedua olimpiade dimulai. Semua terjadi cukup baik seperti di hari pertama. Akhirnya acara olimpiade selesai dan seluruh peserta kembali ke kamar masing-masing. Keesokan harinya, kami pun pulang ke rumah masing-masing dan menunggu hasilnya dan penutupan acara.

Beberapa hari kemudian, kita mendapat informasi tentang hasil olimpiade dan acara penutupan via YouTube dan Zoom. Puji Tuhan dan saya bangga bahwa pada tahun ini Indonesia berhasil meraih dua medali emas dalam satu tahun, hal yang belum pernah terjadi dalam perlombaan ini. Saya juga bahagia bisa menjadi salah satu medalis emas tersebut.

Terima kasih kepada PPPK Petra yang telah mendukung pelaksanaan IMO virtual di Surabaya. Juga dukungan dan doa dari seluruh guru dan karyawan PPPK Petra. Semoga siswa-siswa PPPK Petra bisa lebih berprestasi di masa mendatang. Pesan saya, jangan menyerah dengan keadaan, tetap asah potensi kalian, karena meskipun di tengah pandemi, kita masih dapat berprestasi.

Oleh :
Aaron Alvarado Kristanto J. (XII MIPA 1)

boost the values reap the success