| |

Apresiasi Karya Anak Negeri Dalam Konser Mini “Kita Indonesia” 

Menjelang akhir bulan Oktober 2021, SMA Kristen Petra 1 melaksanakan kegiatan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa secara Live Instagram @petra1.shs tepatnya hari Kamis, 28 Oktober 2021 lalu. Acara tersebut mengangkat tema “Kita Indonesia” dengan tujuan agar kita lebih mencintai keberagaman dan menumbuhkan rasa persatuan di tengah perbedaan, salah satunya adalah keberagaman bahasa yang ada di Indonesia.

Sumpah_Pemuda___Bulan_Bahasa_3.jpg.jpegSumpah_Pemuda___Bulan_Bahasa_1.jpgSumpah_Pemuda___Bulan_Bahasa_4.jpg.jpegSumpah_Pemuda___Bulan_Bahasa_2.jpg

Kegiatan ini dipandu oleh dua orang MC yaitu, Pak Roky dan Jennifer. Mereka juga meyampaikan beberapa latar belakang sumpah pemuda yaitu Sumpah Pemuda dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 pada Kongres Pemuda II di Batavia. Adanya sumpah ini, banyak dampak bagi bangsa Indonesia yang diterima, seperti lahirnya persatuan bangsa guna mewujudkan cita-cita nasional, melahirkan lagu Indonesia Raya menjadi lagu kebangsaan, dan menjadikan Bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional pemersatu bangsa.

Acara ini diawali dengan sambutan dari Kepala SMA Kristen Petra 1, Elizabeth Dian Puji Lestari, S.Pd., M.M. Beliau berpesan bahwa meskipun banyak keberagaman di Indonesia, ini bukan menjadi halangan untuk kita bersatu dan bertumbuh bagi Indonesia. Peran pemuda untuk masa depan Indonesia sangat penting, maka diperlukan persatuan agar bisa mempertahankan keberagaman di Indonesia. Acara dilanjutkan dengan tampilan modern dance dari Hugo, yang dilanjutkan dengan band yang menampilkan medley beberapa lagu daerah.

Sebagai pemuda, kita butuh memupuk rasa semangat dan pantang menyerah yang dimaknai dari Sumpah Pemuda dimana hal tersebut dikemas dalam rangkaian podcast bersama beberapa narasumber. Podcast pada sesi pertama ini menghadirkan bintang tamu yaitu, Bapak Heri Bertus yang merupakan guru Bahasa Indonesia SMA Kristen Petra 1 sejak 2004. Saat itu beliau berbagi cerita bahwa sebelum terjun di dunia pendidikan, beliau sempat ingin menjadi tentara. Meski Pak Heri sudah lolos seleksi, beliau mengurungkan niatnya. Hingga perjalanan hidup beliau sampai pada bagaimna bergabung menjadi seorang gurur di PPPK Petra. Akhir sesi 1 podcast, Pak Heri juga memberikan slogan “HERI”, yang berarti Hari Esok Raih Impian. Kita sebagai pemuda harus bisa bangkit dan merebut impian kita. Sesi satu podcast diakhiri dengan penampilan mashed up lagu daerah. Lalu, ada penampilan lagu Mandarin “Qing Fei De Yi” yang diiringi musik akustik oleh Bu Maria dan kawan-kawan.

Podcast sesi ke dua ini mengundang salah satu siswa berprestasi, Kevin Lius Bong, yang tercatat pernah memenangi Olimpiade Kimia Internasional di Osaka Jepang (IChO) pada Agustus 2021 dan berhasil membawa pulang medali perunggu. Kevin berbagi cerita awal mulainya hingga mengantongi banyak prestasi baik dari lomba-lomba tingkat Kota sampai Internasional. Kevin juga memberikan pesan kepada pada kita semua, selagi kita masih muda, pelajari dan eksplore-lah sebanyak-banyaknya, maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan dari hal yang sudah kita pelajari.

Sebagai penutup podcast, MC mengajak seluruh siswa untuk mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda dan dilanjutkan dengan mini konser. Penampilan pertama adalah modern dance dari Daindra, dilanjutkan dengan penampilan band dari Bryan Jonathan dan kawan-kawan. Setelah itu, ada penampilan musikalisasi puisi, English speech, dan pemutaran pemenang video iklan pada lomba 17 Agustus lalu. Di penghujung acara, ditampilkannya video spesial vocal group guru-guru SMA Petra 1 serta video dance dari team dance A1 untuk perlombaan di DBL Surabaya.

Akhirnya, seluruh siswa SMA Petra 1 diajak untuk memaknai perayaan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa ini dengan mengikuti perlombaan menuliskan sebuah laporan kegiatan berupa narasi,  lomba membuat artikel dalam Bahasa Inggris, lomba Tongue Twister Bahasa Mandarin dan membuat poster digital tentang pemaknaan kegiatan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa. Semoga kita sebagai anak Indonesia dapat mempererat persatuan dan lebih mencintai keberagaman. (by : milka Jecholiah)

Never Give Up To Be Gritty People

MPLS 1

Siapa bilang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilakukan secara daring tidak seru dan ngebosenin? Hal seperti ini tidak berlaku untuk MPLS di SMA Kristen Petra 1 Surabaya. Keadaan kasus virus corona yang tinggi tidak menghalangi semangat para siswa SMA Kristen Petra 1 untuk berkontribusi dalam kelangsungan MPLS tahun ajaran 2021/2022. Kegiatan MPLS dilakukan setiap tahunnya agar para siswa baru memiliki gambaran tentang sekolah yang akan menjadi wadah pembelajarannya selama tiga tahun kedepan. MPLS kali ini dikemas secara daring melalui media aplikasi Zoom Meeting dengan tema Never Give Up, to Be Gritty People. Kegiatan MPLS ini berlangsung pada tanggal 12-14 Juli 2021 dengan melibatkan seluruh anggota baru dari keluarga SMA Kristen Petra 1 beserta para panitia dan bapak/ibu guru.

MPLS 1

Rangkaian acara hari pertama dikemas se-variatif mungkin untuk menyajikan konten perkenalan bagi para siswa mengenai modul pembelajaran, tata tertib sekolah, kurikulum, serta sosialisasi lomba akademik maupun non-akademik yang ada. Rangkaian acara hari kedua berfokus pada sesi pengembangan wawasan di berbagai bidang seperti wawasan kebangsaan, pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi, kenakalan remaja, dan kemandirian belajar. Para siswa juga diajak untuk menganalisa cara penggunaan media sosial yang tepat untuk mengimbangi tingginya intensitas penggunaan media sosial akhir-akhir ini.  Bahkan ada juga kegiatan untuk mengasah kerjasama tim yang diarahkan oleh para pendamping kelas OSIS/PD. Hari ketiga memaknai berakhirnya kegiatan MPLS tahun ajaran 2021/2022. Pada hari terakhir, pihak sekolah menayangkan beberapa video terbaik buatan para siswa mengenai pesona dan keterampilan yang mereka miliki. Bakat yang dimiliki oleh para siswa tentunya sangat beragam dan mempesona. Berakhirnya MPLS tahun ini memaknai resmi bergabungnya para siswa-siswi kelas X menjadi anggota keluarga besar SMA Kristen Petra 1.

MPLS 1

Selain rangkaian acara diatas, panitia OSIS dan PD mempersiapkan challenge yang dapat diikuti para siswa selama 3 hari pelaksanaan MPLS sehabis sesi berakhir. Siswa diberi kesempatan untuk menghubungi panitia OSIS maupun PD melalui Instagram. Nah, para siswa diberi challenge yang harus diselesaikan untuk mendapatkan stampel dari kakak OSIS/PD tersebut. Antusiasme dan keaktifan para siswa pun sangat terasa, sampai-sampai Instagram para panitia OSIS/PD kebanjiran direct message. Melalui challenge ini, para siswa kelas X dan anggota OSIS/PD dapat menjalin kebersamaan meskipun harus dibatasi oleh layar.

Pada akhirnya, kegiatan MPLS ini disoosialisasikan bukan hanya untuk membantu para siswa baru menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah SMA Kristen Petra 1, namun untuk mempersiapkan siswa menghadapi berbagai perubahan dalam masa remaja sekaligus untuk memberikan wawasan baru bagi para siswa di berbagai bidang. Seluruh pihak sekolah mengharapkan yang terbaik bagi siswa-siswi baru untuk masuk di tahun ajaran 2021/2022 ini. Catatannya adalah segala pencapaian kembali lagi pada semangat dan motivasi belajar yang dimiliki oleh setiap siswa. Ayo semangat untuk mengembangkan potensi yang kita miliki dan menggapai cita-cita setinggi langit karena waktu tidak dapat diputar kembali dan kerja kerasmu tidak akan pernah mengkhianati hasil. Semangat untuk para siswa menapaki tahun ajaran yang baru ini.

Ketika “Kartini” Berkarya Di SMA Kristen Petra 1

Rabu, 21 Aril 2021, ada yang berbeda di SMA Kristen Petra 1. Nuansa warna-warni terpancar melalui pakaian yang digunakan oleh bapak ibu guru karyawan. Sempat muncul pertanyaan, ada apa dengan hari itu? Saat warna-warni itu terfokus pada bentuk kebaya yang digunakan oleh ibu-ibu guru dan karyawan, terbukalah hati kami tentang sebuah nama, Ibu Kartini. Kembali pertanyaan muncul dalam benak kami, apakah hanya sekadar kebaya yang kami ingat tentang sosok tersebut?

 
image_2.jpgimage_4.jpgimage_5.jpgimage_1.jpgimage_3.jpg

Kebaya memang menjadi mindset utama ketika kami mendengar nama Ibu Kartini. Tahun ini kami bersyukur memiliki kesempatan lebih untuk mengenang jasa beliau tidak hanya sekadar kebaya. Ada perjuangan hebat yang belum kami sadari atas sosok wanita yang lahir pada tanggal 21 April 1879. Perjuangan kesetaraan gender atas kami kaum wanita di Indonesia. Lewat pemikiran dan karyanya Kartini mencoba untuk mewujudkan keinginannya menjadikan wanita Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang dengan keahlian masing-masing.

Dalam pemikiran tersebut, SMA Kristen Petra 1 berupaya menghadirkan refleksi perjuangan beliau melalui sebuah tampilan karya di media sosial youtube. Susunan acara yang diawali dengan pembawaan doa oleh Ibu Ayu Priska Puspita Erene sebagai pembawa acara dipadu dengan alunan musik Jawa membuat nuansa Jawa Tengah sebagai tempat kelahiran beliau semakin bisa kami rasakan. Sambutan kepala sekolah Ibu Elisabeth Dian Pujilestari, S.Pd., M.M. menjadi penyejuk kaum wanita untuk terus berjuang ddan berkarya di masa pandemi. Acara mengalir apik dengan tampilan film dokumenter atas siapa sebenarnya Ibu Kartini, bagaimana latar belakang kehidupan beliau, hingga cita-cita beliau. Penghayatan yang baik juga ditampilkan siswi dengan berbagai tampilan seni seperti nyanyian, tarian, puisi. Penghayatan menjadi semakin mendalam dengan kemunculan quotes tentang Ibu Kartini dari para siswa, pada bagian tampilan quotes ini, panitia melibatkan para siswa untuk membuktikan bahwa perjuangan wanita juga membutuhkan dukungan pria-pria hebat sebagaimana Ibu Kartini juga sangat didukung oleh ayah dan suami untuk terus mewujudkan impiannya.

Hal yang tidak kalah menarik dari peringatan hari Kartini kali ini adalah munculnya talk show dari para wanita hebat di SMA Kristen Petra 1. Ibu Ester Prasetyawati sebagai pembawa acara mengangkat topik-topik obrolan santai tetapi tetap bermuatan kehebatan para wanita. Dengan para narasumber Ibu Endang Sri Redjeki, Ibu Nenni Kristina, Ibu Bertha Dwi Christina yang mewakili para guru wanita pada masanya. Mereka menceritakan bagaimana usaha untuk mencapai setiap cita-cita dan upayanya untuk tetap menjadi wanita berprofesi guru tanpa mengesampingkan peran mereka sebagai ibu atau anak yang membanggakan bagi keluarga. Kehadiran Melisa Priscilia sebagai perwakilan siswa dengan segala argumen yang disampaikannya, membuat acara talk show ini menjadi semakin bermakna.

Tanpa kami sadari perjuangan Kartini tidak hanya sekadar kami ingat dengan balutan kebaya atau nyanyian merdu yang berjudul “Ibu Kartini”. Namun, lebih pada segala bentuk ide, pemikiran, cita-cita, kerja keras dan pantang menyerah untuk mewujudkan setiap impian yang kami miliki. Selamat Hari Kartini 2021, semangat Kartini tak pernah pudar. Indonesia menunggu karya kami.  

“Merayakan Kehidupan” Dengan Penuh Sukacita

Paskah merupakan peristiwa yang bersejarah bagi umat Kristiani, yaitu mengenang dan memperingati hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Selain melakukan ibadah, perayaan Paskah juga identik dengan adanya permainan atau game yang diselenggarakan untuk memahami makna Paskah dalam wujud yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Momentum perayaan Paskah harus disambut meriah dan penuh sukacita oleh semua insan Kristiani seperti yang tertulis dalam Yohanes 20:20b dimana murid-murid Tuhan Yesus yang melihat Tuhan pada saat itu mereka bersukacita. Meskipun dimana pandemic, hal ini bukanlah sebuah hambatan bagi kita semua untuk tetap merayakan hari Paskah. Oleh karena itu kami sebagai warga SMA Kristen Petra 1 yang berazaskan nilai-nilai Kristiani patut menyelenggarakan berbagai macam acara sebagai ungkapan syukur atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepada kita, serta berusaha untuk mengisi perayaan Paskah ini dengan berbagai acara yang bermanfaat.

image_2.jpgimage_4.jpgimage_1.jpgimage_3.jpg
 

Jumat, 9 April 2021 kami semua memulainya dengan ibadah Paskah melalui media zoom dengan tema “Merayakan Kehidupan”. Ibadah dipimpin oleh tim dari Nafiri (pengurus persekutuan doa) dan kolaborasi juga dengan tim dari INRI (pengurus majalah sekolah) dalam membuat musikalisasi puisi. Tak lupa juga ada penampilan dari guru karyawan SMA Kristen Petra 1 yang memberikan persembahan pujian. Setelah ibadah selesai, acara dilanjutkan dengan berbagai macam lomba, yaitu Colour of Easter, Eggciting Tiktok (seperti namanya yaitu membuat Tiktok), Answer the rabbit (permainan menjawab pertanyaan melalui Kahoot), Guesster (permainan menebak kata yang dilakukan secara berkelompok) dan Winner Rabbit Dinner (permainan PUBG dengan perkelas 2 kelompok). Kami semua sangat bersukacita mengikuti semua rangkaian acara perayaan Paskah tahun ini meskipun masih dilakukan secara daring. Selamat Paskah untuk kita semuanya!

Splash Our Love – Charity 2021

Dampak dari pandemi covid 19 sangat terasa sepanjang tahun 2020 hingga memasuki tahun 2021. Pergumulan ini mengakibatkan banyak sektor yang mengalami kehancuran, terutama bidang perekonomian. Selayaknya sebagai makhluk sosial, kami warga SMA Kristen Petra 1 kembali menggugah rasa peduli dan empati kami melihat berbagai kondisi tersebut. Firman Tuhan mengingatkan didalam Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Melihat hal tersebut dan bersamaan juga dengan hari kasih sayang di bulan Februari, maka kami mengadakan kegiatan Charity yang tentunya dikemas dengan memperhatikan protokol kesehatan. Sedangkan tema yang kami ambil untuk kegiatan tersebut adalah SPLASH OUR LOVE, dimana kami berharap melalui kegiatan ini bisa membagikan rasa peduli dan kasih kami kepada sesama.

image_2.jpgimage_1.jpgimage_3.jpg
 

Mulai tanggal 28 Januari – 8 Februari 2021 kami semua warga SMA Kristen Petra 1 menyisihkan sebagian kecil berkat Tuhan yang melimpah untuk didonasikan, kemudian dibelikan paket sembako oleh panitia. Paket sembako tersebut berisikan beras 5kg, kecap manis 275ml, minyak goreng 1lt, gula 1kg, dan handsoap 250ml yang sudah diberikan ke warga sekitar sekolah (RT 06, RT, 07, RT 08 daerah Pradah Indah), Yayasan Penampungan Tuna Wisma Cacat Pelayanan Kasih, Panti Asuhan Khadijah II Yatim Piatu Putra, pesuruh sekolah, satpam sekolah, cleaning service sekolah, dan pekerja harian lepas Alam Sari Petra pada tanggal 17 Februari 2021. Tentunya saat memberikan paket sembako tersebut, kami beberapa perwakilan OSIS dan pengurus PD benar-benar menjaga protokol kesehatan serta memberikannya secara simbolis saja, sedangkan pembagian paket sembako secara keseluruhan kepada warga dikoordinasikan oleh ketua RT masing-masing. Kemudian laporan kegiatan Charity berupa rekap kegiatan dalam video yang diputar saat morning devotion.

Adanya pandemi covid 19 tidak menghalangi semangat kami untuk berbagi kepada sesama, walaupun melalui cara dan metode yang berbeda dari biasanya. Jangan lelah untuk terus membagikan cinta kasih dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita ya, splash our love!.

 

Oleh :
Jessica Shane S. (X IPS 1)

boost the values reap the success